RSS

Heboh Gaya Fast and Furious Angkot Kota Padang

02 Feb

Polos Rp 110 Ribu, Modif Rp 170 Ribu Per Hari

https://kabarunikzz.files.wordpress.com/2011/02/b.jpg?w=300

Anda sudah pernah pergi ke Padang? Bila suatu saat menginjakkan kaki di ibu kota Sumatera Barat ini, jangan terkejut bila menemui banyak mobil “balap” di jalan. Anda pun bisa menumpangnya cukup dengan Rp 2.000.

Bagi pengunjung, mobil-mobil angkutan kota (angkot) di Padang sangatlah eye-catching. Sebelum menikmati pemandangan pantai atau rumah-rumah adat, angkot-angkot itu pasti langsung menarik perhatian dulu. Kebanyakan berbasiskan Suzuki Carry atau Kijang kapsul.

Bagi penggemar otomotif dan film, angkot-angkot itu bakal mengingatkan pada film The Fast and The Furious yang dibintangi si kekar Vin Diesel. Full modifikasi, mulai body kit sampai sound system dan layar LCD, plus lampu-lampu warna-warni penghias luar dalam. Tidak lupa mobil di-ceper-kan (rendah ke tanah).Dari depan, ada yang terlihat seperti lambang Autobot-nya Transformers, garang ala film balap penjara Death Race, atau bahkan membentuk hidung McLaren F1.

Stiker tulisan dan berbagai logo juga menghiasi sekujur badan angkot. Ala mobil balap penuh sponsor. Dan, yang unik, tidak sedikit yang memasang kamera di dalam mobil untuk mengawasi para penumpang!

Bukan satu-dua saja. Hampir semua angkot di Padang seperti itu. Jadi, kalau nongkrong di perempatan, ketika ada dua atau lebih angkot berjajar menunggu lampu menyala hijau, pemandangannya seperti garis trek lurus start/finish sebuah sirkuit. Seperti melihat prosesi start ajang balapan.

Kalau malam lebih seru lagi. Warna-warni lampu begitu mencolok. Musik hip-hop (bukan dangdut koplo) mendentum di setiap mobil, membuat semua menjadi seperti diskotek berjalan. Fasilitas luar biasa mengingat ongkosnya hanya Rp 2.000 sekali naik (bisa Rp 3.000 hingga Rp 4.000 kalau jauh).

Memang, Padang bukan satu-satunya kota yang punya angkot nyentrik di Indonesia. Balikpapan, Kalimantan Timur, juga begitu. Manado, Sulawesi Utara, juga begitu. Hanya, di Balikpapan dan Manado masih ada aliran modifikasi “agak elegan.” Kalau di Padang, benar-benar ekstrem permak wajah dan dalam mobil.

Kalau dicari-cari, tidak ada yang tahu persis kapan fenomena angkot modifikasi ala balap itu dimulai. Namun, menurut Yudha Putra, 33, angkot “keren” mulai terlihat sejak akhir 1990-an “Tapi, modifikasi ketika awal-awal itu baru sederhana. Belum seperti saat ini,” kata Yudha, sopir angkot jurusan Siteba-Pasar Raya Padang, kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group/JPNN).

Kijang kapsul yang dikendarai Yudha berwarna biru, keluaran 2000. Mobil itu nyaris penuh stiker. Ceper, plus variasi spoiler di depan dan belakang. Lampu di bagian depan berwarna biru kerlap-kerlip, senada dengan warna mobil. Sound system begitu mencolok, beberapa speaker besar menghiasi ruang penumpang.

Kata Yudha, modifikasi ekstrem mungkin baru dimulai sekitar 2004. Sejak saat itu hampir semua jurusan dalam kota diisi oleh “mobil-mobil balap.” Mulai saat itu juga, hiasan LCD, kamera, dan lain-lain mengisi interior.

Riko Syafrianto, 30, sopir angkot lain, menyebutkan modifikasi angkot baginya adalah untuk peningkatan rasa percaya diri ketika berebut penumpang. “Ada rasa bangga jika mobil yang kami bawa itu bagus dan modifikasinya mantap. Tapi, sopir lain mungkin bisa jadi punya pendapat lain,” tuturnya. Riko menambahkan, modifikasi angkot ikut menentukan jumlah setoran ke juragan atau pemilik angkot. Itu juga semakin menunjukkan pentingnya modifikasi dalam menarik minat penumpang.

“Kalau modifnya sederhana, paling setorannya antara Rp 110 ribu sampai Rp 130 ribu sehari. Tapi, kalau full modif, setoran bisa mencapai Rp 170 ribu per hari,” ungkapnya. Pentingnya modifikasi untuk meningkatkan omzet itu ditegaskan Muhammad Dayat, 25, sopir jurusan Batas Kota-Tabing-Pasar Raya Padang. Apalagi, kalau ingin merebut segmen anak sekolah, yang merupakan pangsa pasar utama angkot.

“Orang Padang ini seleranya sangat memilih. Kalau hanya polos atau standar, mereka tidak mau naik mobil kita. Jika sudah demikian, tentu saja kita kalah bersaing. Lihat saja ke sana, yang modif penuh penumpang, yang polos lebih sepi,” sebut Dayat sembari menunjuk beberapa angkot yang lewat di depannya.

Modifikasi angkot adalah biaya ekstra yang “wajib” dikeluarkan pemilik dan sopir angkot. Biayanya pun bervariasi. Ada yang hanya Rp 5 juta. Ada yang lebih dari Rp 40 juta. Angkot Suzuki Carry yang disopiri Muhammad Dayat termasuk paling ekstrem, habis lebih dari Rp 40 juta.

“Bayangkan saja. Untuk sound system saja sudah Rp 28 juta. Plus perombakan bodi. Misalnya menukar ekor Suzuki Carry dengan ekor Toyota Avanza, yang habis sekitar Rp 12 juta. Belum lagi pembuatan variasi-variasi dari fiber lain untuk luar dalam,” beber Dayat.

Siapa yang membiayai modifikasi” Jika pemilik angkot tidak mau mengeluarkan biaya, biasanya sopir akan mencari pinjaman. Lantas sang sopir mengangsurnya setiap hari dari potongan setoran. Tidak jarang ada sopir yang berani mendanainya sendiri. “Cuma kalau para sopir, biasanya mendanai yang ringan-ringan saja. Misalnya, memasang berbagai stiker di bodi atau boneka-boneka di bagian dalam. Yang besar-besar, juragan yang mendanai,” terang Syafrion, 36, sopir angkot Tabing-Pasar Raya Padang.

Sejumlah pemilik angkot mengaku modifikasi sudah menjadi keharusan. “Kalau tidak, tidak ada sopir yang mau mengoperasikan angkot. Mereka beralasan angkot polos tidak laku,” sebut Afif Syahril, 45, pemilik angkot Siteba-Pasar Raya Padang.

Pemilik angkot, seperti Afif, sebetulnya tak mau tahu soal modifikasi. “Tapi, ini sudah menyangkut pendapatan. Ya, mau bagaimana lagi. Harus!” tandasnya. Persaingan modifikasi pun memberikan berkah bagi bengkel-bengkel modifikasi di Padang. Bila bengkel di kota lain harus memburu pasar penggemar otomotif, di Padang pasar utamanya mungkin justru angkot.

Zam Januik, 40, yang kerap dipanggil dengan nama Zamzami, termasuk yang menuai keuntungan dari adu modifikasi angkot ini. Dia mengaku berinvestasi membuat toko cutting sticker EPM di Jalan Aru, Kecamatan Padang Timur, gara-gara angkot. Hendera Rahman, 46, pemilik sebuah bengkel modifikasi lain, mengaku memperoleh pendapatan lumayan. “Yang masuk bengkel saya mengeluarkan biaya Rp 2,5 juta hingga Rp 28 juta,” ujarnya.

sumber: http://www.jpnn.com/read/2011/01/16/82071/Heboh-Gaya-Fast-and-Furious-Angkot-Kota-Padang-

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 2, 2011 in info, unik & aneh

 

6 responses to “Heboh Gaya Fast and Furious Angkot Kota Padang

  1. corporations offshore

    Februari 27, 2011 at 1:42 pm

    ………………………..Posted on Nopember 30th 2010 in by fabrie Tagged …………………………………..Kota Padang selain dikenal dengan masakannya juga terkenal dengan angkot angkutan kota yang konon katanya paling kreatif dan mewah se-Indonesia. Sound System super komplit dengan suara yang dahsyat LCD TV bahkan ada yang double depan belakang dan ukuran besar Tempelan stiker di sekujur body yang menarik dan warna-warni terlihat seperti mobil balap tempat duduk yang empuk kaca film yang terlihat elegan ceper pokoknya gaul abis..Tampak Dari Luar.Seperti yang dikutip dari komentar tulisan yang berjudul fenomena angkot kota padang yang dimuat di . Seperti komentar dari FaNZ Huehehehe.Saya jg pnah naek angkot padang.Musik disco supir ngebut bodi ny jg keren.

     
  2. corporations offshore

    Maret 3, 2011 at 2:39 am

    .Angkot ala Pimp My Ride..Fenomena menarik ini terjadi juga di beberapa kota juga seperti cilegon dan padang. Para angkoters pemilik angkot ngasal red memodifikasi angkotnya dengan pembelah angin dan sound system dengan bass super tebal serta lampu kelap kelip di dalamnya. Pokoknya setiap angkot lewat anda akan mendengar dentuman suara bass deh.

     
  3. renoooo

    April 6, 2011 at 5:04 pm

    gila-gilaan… tapi persaingan sehat, salut saiyah…di kota saiya udah banyak angkot yang itu-itu juga om, monoton banget… nice inpo om…

     
  4. Sukri

    Mei 5, 2011 at 8:28 am

    Menurut saya norak, dan tidak menguntungkan. Yg diuntungkan cuma singko singko yg punya toko variasi…

     
  5. Muhammad Auliya Sidik

    Maret 23, 2012 at 1:35 pm

    wah jadi pengen pulang lagi ke Padang..hehehehe di Bogor mah terkenalnya sebagai kota 1000 angkot… tapi bukan angkot2 yg keren2 sekeren di Padang… padahal,kalau semua kota di Indonesia angkot2nya keren2,Turis2 asing bakal sangat kagum dan menilai Indonesia sebagai Bangsa paling kreatif di dunia!!! kapan yah semua angkot2 di Indonesia bakal di modif seperti ini??? gak usah terlalu mahal klo gak mampu yg penting keren dan kreatif!!!! Salut deh buat Padang,Balikpapan,dan Manado dgn angkot2 modifnya yg kreatif dan keren2!!! wkwkwkwk

     
  6. Hika

    September 21, 2012 at 1:21 pm

    Ngaakkakakaka .. Saya org Padang nih .. Di artikel ini sih, dari deskripsi nya, mungkin kedengerannya baguuus banget yaa .. Cuma, realitanya ; mobilnya kdg2 kaga bersih (yah, kotanya jg krg bersih sih), dan berdesakaaan banget, trus, angkot itu ada dimana2 ..
    Tp gpp lah ^^

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: