RSS

Mimpi Mulia Irfan Bachdim Untuk Indonesia Yang Belum Tercapai

31 Des

https://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/_vQnq0CTo_hk/TRDzCCyxvyI/AAAAAAAACBo/EVPTphaL2p4/s400/irfan%2Bbachdim.jpgSelain ingin memperkuat timnas Indonesia di kancah internasional, Irfan Bachdim ternyata masih punya satu lagi mimpi. Ia ingin membantu anak-anak di Indonesia.

Kalau banyak duit dia ingin mempersembahkan uang kepada ortu untuk membangun panti asuhan di Indonesia. Ungkapan Irfan itu tertuang pada tayangan televisi Belanda dua tahun lalu. Acara ini menyorot Irfan Bachdim dalam serial 12 bakat FC Utrecht. Program hampir setengah jam ini berjudul Forza Utrecht dan ditayang pada paroh 2008 di Belanda.

Video bahasa Belanda itu menampilkan seri I. Irfan dan Sebastiaan, dari FC Utrecht menuturkan karir sepakbola dari awal hingga akhir menjelang kontrak prof di Utrecht. Pada akhirnya hanya Irfan yang mendapat kontrak, tapi pun tidak diperpanjang setelah satu tahun.

Sekarang semua orang tahu, Irfan berhasil menggapai dambaannya Desember 2010, main untuk timnas Garuda dan bertemu dengan SBY sang Presidennya. Anak muda yang tadinya ditolak Persib dan Persija awal 2010, dan lewat Charity Games paroh 2010 akhirnya Irfan dikontrak di Persema dan sekarang menjadi salah satu idola di timnas Indonesia. Sebuah perjalanan panjang dan butuh kesabaran.

Anak-anak
Dari tayangan video itu tampak, Irfan Bachdim masih punya satu lagi mimpi. Berbuat untuk anak-anak Indonesia. Pada time code 18’00 Irfan: “Suatu ketika saya ingin berbuat sesuatu untuk anak-anak. Saya bisa mengajak mereka berolahraga. Sebab apa yang anak sekarang lakukan (tidak bergerak red.) hanya nonton televisi, dengan camilan di tangan. Main komputer dan games dll. Itu sangat disayangkan. Saya benar-benar ingin berbuat untuk remaja.”

Cerita lengkap dan video bisa disaksikan di Blog Sepakbolanda.

Cita-citanya ingin mempersembahkan sejumlah uang untuk membangun panti asuhan di Indonesia. Di 18:30 “Ayah saya juga punya impian untuk membantu anak-anak di Indonesia.”

Bermula dari pengalaman sang ayah Noval Bachdim: “Dua tahun lalu saya ke Indonesia sendiri (2006 red.) Ketika sedang naik bis, ada anak kecil menepuk saya dari belakang dan menyodori secarik kertas bertuliskan ‘tolong bantu saya untuk membayar uang sekolah’. Sejak saat itu saya berjanji, kalau suatu saat punya uang, saya ingin membangun panti asuhan untuk anak-anak yang menurut saya sangat membutuhkan.”

Di time code 19′:11″ Irfan mengatakan: “Kalau suatu ketika saya punya pendapatan yang banyak, saya akan mempersembahkan uang kepada ayah supaya dia bisa membangun panti asuhan di Indonesia. Dengan begitu saya juga bisa membantu anak-anak di Indonesia.”

Mulia
Ternyata Irfan bukan saja seorang yang berpenampilan menarik dan mahir mengolah si kulit bundar. Dia ternyata punya rasa nasionalisme yang lebih dalam daripada hanya menyanyikan “Indonesia Raya” menjelang pertandingan. Dia juga memikirkan masa depan negeri tercintanya, lewat generasi mudanya. Silakan Irfan, ajak adik-adik di Indonesia mencintai sepakbola, olah raga dan negara mereka!!

sumber: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/irfan-bachdim-masih-punya-satu-impian

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2010 in indonesia, olahraga, Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: