RSS

Arsip Bulanan: Desember 2010

Bukti Otentik Wayang Terkenal Dan Ngetrend DI Luar Negeri


ArjunaWayang Indonesia semakin saja dihargai di luar negeri. Seperti halnya Ton van Oevelen, seorang pria Belanda yang tidak punya hubungan sama sekali dengan Indonesia, ternyata tergila-gila pada wayang. Sudah ada 400 wayang yang dikumpulkan olehnya.

Ton van Oevelen senang dengan cerita-cerita wayang. Ia tertarik dengan pahatan yang sangat halus, sesekali ia juga menggelar pameran menampilkan wayang-wayang yang dimilikinya.

“Sejak usia muda saya sudah tertarik dengan wayang. Setelahnya memang sempat berhenti menyukai wayang. Di tahun 1983 untuk pertama kalinya saya beli wayang sebanyak tiga buah. Yah untuk menghias rumah saya.”

Selain itu, ia juga gemar membaca buku soal wayang, untuk mengetahui figur-figur apa saja yang d dimilikinya setelah memiliki sekitar 30  hingga 40 wayang. Cerita di balik wayang yang menyebabkan ketertarikan Ton van Oevelen. Untuk itu setiap ada kesempatan ke Indonesia, ia selalu meluangkan waktu untuk melihat segala pementasan wayang.

“Karena saya ingin melihat bagaimana sih sebenarnya. Kendati saya hanya sedikit mengerti bahasa Indonesia. Tapi kan setiap pertunjukkan selalu saja ada keterangan singkat tentang cerita tersebut. Saya bisa mengikuti alur ceritanya. Sementara turis biasa yang tidak mengerti, langsung saja pergi setelah lima belas menit duduk melihat pementasan wayang tersebut.

Sena Wangi

Dengan mendalami cerita-cerita wayang, berkembang pula koleksi boneka wayangnya. Ia terutama mengumpulkan boneka wayang purwa. Untuk menjelaskan siapa figur tersebut, maka Ton van Oevelen mengacu pada enskilopedi Sena Wangi.

Wayang-wayang koleksinya dibeli di pasar loak atau di pasar malam Belanda. Kalau Ton van Oevelen ke Indonesia saja ia menyusun daftar nama-nama figur yang diinginkannya.

Kendati tergila-gila pada boneka wayang, Ton van Oevelen tidak berminat untuk menjadi dalang. Padahal, ia sudah sempat merencanakan untuk bertemu dengan dalang terkenal di Bandung yaitu dalang Asep. Sayangngya pada saat-saat terakhir pertemuan itu batal.

Promosi Wayang
Ia ingin sekali mempromosikan wayang tersebut. Situs yang dibuatnya http://www.wayangpop.nl sejak tiga tahun lalu dan menyedot sekitar seratus pengunjung setiap bulannya. Dan mereka tidak saja datang dari Belanda tapi dari seluruh penjuru dunia. Ia kaget juga ketika ada yang memiliki koleksi lebih banyak darinya yaitu sekitar 1000 an yang berkedudukan di Den Haag, Belanda.

Sebagian koleksinya berasal dari Jawa Tengah dan Barat, namun ia juga punya boneka wayang dari Bali, dan wayang lainnya yang menunjukkan ke islaman. Kendati demikian Ton van Oevelen yakin generasi muda di Indonesia juga akan mencintai wayang seperti dirinya. Karena menurutnya seperti contoh terakhir ada pameran wayang di Belanda yang menampilkan figur lain seperti misalnya Batman. Dengan penyesuaian itu maka bukan tidak mungkin boneka wayang juga akan merangkul generasi muda Indonesia.

sumber: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/wayang-juga-ngetren-di-belanda

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2010 in Uncategorized

 

Regilio Jacobs Ingin Bermain Di LPI Dan Indonesia


Regilio Jacobs, mantan blok pertahanan FC Oss mungkin ke Liga Primer Indonesia (LPI). Pria kekar ini sedang menimbang tawaran main di liga baru Indonesia yang bergulir Januari 2011. Untuk petualangan pertama ke tanah leluhurnya ini, kemungkinan ia datang bersama ayahnya Januari 2011, bertepatan awal liga LPI. Regilio tidak ingin pergi sendiri seperti ketika ujicoba di klub Israel, September lalu. Ia kecewa dengan kondisi stadion dan fasilitas yang ditawarkan. Keputusan mencari petualangan di luar negeri ini terdorong oleh penghentian kontrak di FC Oss. Klub lamanya terkena degradasi ke liga lebih bawah. Salah satu alasan dia membuka hati untuk Indonesia karena publik Indonesia yang fanatik dan massal. “Saya dengar di Indonesia dukungan publik sangat massal, sampai 30-40 ribu penonton di stadion. wah itu sangat luar biasa.” Belum Naturalisasi Regilio juga sangat kagum dengan sambutan hangat dari fans bola Indonesia di Facebooknya. Dengan sangat menyesal dia tidak bisa menjawab karena tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik. Ia juga mengikuti perkembangan Irfan Bachdim di timnas Indonesia.

dia dengan tegas ingin bisa membela Merah Putih dan memakai jersey Garuda didadaku.. “Pertama-tama ingin merasakan dan melihat kompetisi Indonesia dulu,” ungkapnya. Bukan PSSI Senin 13 Desember lalu Regilio Jacobs bertemu utusan LPI di Rotterdam. Ia mendapat kesan baik dan sekarang sedang mencari kemungkinan mendapatkan tiket untuk ayahnya. Ia tidak masalah dengan kontrak setahun yang disodorkan. Yang utama adalah pengaturan secara profesional, dan jaminan akan mendapat gaji, tempat tinggal dan juga transport. “Ini liga yang baru ya, bukan milik PSSI,” uangkapnya serius. Plus Minus Bermodal kekuatan passing dan fisik sekuat badak, ia yakin bisa meredam gempuran lawan. Dengan tinggi badan 187 cm ia pun percaya bisa menang duel-duel di udara. Tentu saja ia juga menyadari kelemahannya adalah speed. Dia tidak punya kecepatan yang menonjol. Selain itu dia merasa agak kegemukan, tapi berjanji akan menurunkan 5 kg lemak di tubuh, dari 92 ke 87 kg. Posisi idamannya centre back. Doyan Kartu Di Liga Jupiler, bek kelahiran 12 Agustus 1987 itu dikenal sering mendapat kartu kuning karena permaninannya yang dipandang kasar. Menjawab soal koleksi kartu Kuning ini, Regilio kepada Radio Nederland mengatakan “Saya ingin selalu menang, dan kalau tidak dapat bolanya ya pakai cara lain untuk menghentikannya.” Jawabnya sambil tertawa renyah.

sumber: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/regilio-jacobs-ingin-jajal-lpi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2010 in indonesia, olahraga, Uncategorized

 

Mimpi Mulia Irfan Bachdim Untuk Indonesia Yang Belum Tercapai


https://i1.wp.com/4.bp.blogspot.com/_vQnq0CTo_hk/TRDzCCyxvyI/AAAAAAAACBo/EVPTphaL2p4/s400/irfan%2Bbachdim.jpgSelain ingin memperkuat timnas Indonesia di kancah internasional, Irfan Bachdim ternyata masih punya satu lagi mimpi. Ia ingin membantu anak-anak di Indonesia.

Kalau banyak duit dia ingin mempersembahkan uang kepada ortu untuk membangun panti asuhan di Indonesia. Ungkapan Irfan itu tertuang pada tayangan televisi Belanda dua tahun lalu. Acara ini menyorot Irfan Bachdim dalam serial 12 bakat FC Utrecht. Program hampir setengah jam ini berjudul Forza Utrecht dan ditayang pada paroh 2008 di Belanda.

Video bahasa Belanda itu menampilkan seri I. Irfan dan Sebastiaan, dari FC Utrecht menuturkan karir sepakbola dari awal hingga akhir menjelang kontrak prof di Utrecht. Pada akhirnya hanya Irfan yang mendapat kontrak, tapi pun tidak diperpanjang setelah satu tahun.

Sekarang semua orang tahu, Irfan berhasil menggapai dambaannya Desember 2010, main untuk timnas Garuda dan bertemu dengan SBY sang Presidennya. Anak muda yang tadinya ditolak Persib dan Persija awal 2010, dan lewat Charity Games paroh 2010 akhirnya Irfan dikontrak di Persema dan sekarang menjadi salah satu idola di timnas Indonesia. Sebuah perjalanan panjang dan butuh kesabaran.

Anak-anak
Dari tayangan video itu tampak, Irfan Bachdim masih punya satu lagi mimpi. Berbuat untuk anak-anak Indonesia. Pada time code 18’00 Irfan: “Suatu ketika saya ingin berbuat sesuatu untuk anak-anak. Saya bisa mengajak mereka berolahraga. Sebab apa yang anak sekarang lakukan (tidak bergerak red.) hanya nonton televisi, dengan camilan di tangan. Main komputer dan games dll. Itu sangat disayangkan. Saya benar-benar ingin berbuat untuk remaja.”

Cerita lengkap dan video bisa disaksikan di Blog Sepakbolanda.

Cita-citanya ingin mempersembahkan sejumlah uang untuk membangun panti asuhan di Indonesia. Di 18:30 “Ayah saya juga punya impian untuk membantu anak-anak di Indonesia.”

Bermula dari pengalaman sang ayah Noval Bachdim: “Dua tahun lalu saya ke Indonesia sendiri (2006 red.) Ketika sedang naik bis, ada anak kecil menepuk saya dari belakang dan menyodori secarik kertas bertuliskan ‘tolong bantu saya untuk membayar uang sekolah’. Sejak saat itu saya berjanji, kalau suatu saat punya uang, saya ingin membangun panti asuhan untuk anak-anak yang menurut saya sangat membutuhkan.”

Di time code 19′:11″ Irfan mengatakan: “Kalau suatu ketika saya punya pendapatan yang banyak, saya akan mempersembahkan uang kepada ayah supaya dia bisa membangun panti asuhan di Indonesia. Dengan begitu saya juga bisa membantu anak-anak di Indonesia.”

Mulia
Ternyata Irfan bukan saja seorang yang berpenampilan menarik dan mahir mengolah si kulit bundar. Dia ternyata punya rasa nasionalisme yang lebih dalam daripada hanya menyanyikan “Indonesia Raya” menjelang pertandingan. Dia juga memikirkan masa depan negeri tercintanya, lewat generasi mudanya. Silakan Irfan, ajak adik-adik di Indonesia mencintai sepakbola, olah raga dan negara mereka!!

sumber: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/irfan-bachdim-masih-punya-satu-impian

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2010 in indonesia, olahraga, Uncategorized

 

Kerja Sampingan Rajagobal Selain Jadi Pelatih Malaysia


K. Rajagopal, (atau nama lengkap Rajgobal l / Krishnasamy) (lahir 10 Juli 1956) adalah manajer sepakbola  Malaysia dan mantan pemain profesional. dia adalah pelatih Malaysia and the Under-23 Malaysia .

Pekerjaan Utama: Pelatih Malaysia

https://kabarunikzz.files.wordpress.com/2010/12/insidepix1.jpg?w=216

Pekerjaan Sampingan 1: Pelatih Topeng Monyet

 

Pekerjaan sampingan 2: Tukang Becak

Pekerjaan Sampingan 3: Tukang Demo

https://i0.wp.com/img26.imageshack.us/img26/2811/wawkawk.jpg

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2010 in gambar unik

 

LPI Jaring Pemain Keturunan Belanda


Menjelang kompetisi 2011, klub LPI mencari pemain muda keturunan Belanda. Medan Chiefs berhasil ikat Bryan dan Dane Brard, tapi Semarang United gagal dapat Yoram Pesulima

Dua Sukses
Pekan ini media Belanda mencatat dua perkembangan, satu sukses dan satu gagal. Dua bersaudara Bryan dan Dane Brard menandatangani kontrak setahun di Medan Chiefs yang aktif di liga baru LPI. Sementara Yoram Pesulima batal ke Semarang United.

Bryan 22 tahun akan segera bertolak ke Indonesia beberapa hari ini. Ia berasal dari klub ASWH di Hendrik-Ido-Ambacht. Klub ini bertarap lapis tiga di bawah Eredivisi dan Jupiler League. Sebelumnya striker ini pernah mengenyam pendidikan di Sparta Rotterdam dan Vitesse Arnhem. Sementara adiknya, Dane 20 tahun yang menghuni posisi gelandang serang pernah memperkuat di tim junior FC Dordrecht.

Bryan dan Dane Brard


Indo-Holland
Keduanya adalah putra dari Stanley Brard, direktur pelatihan di Feyenoord Rotterdam. Brard adalah pelatih tim Indo-Holland yang akhir November lalu menggelar pertandingan amal di Malang dan Surabaya. Mereka berangkat ke Indonesia awal tahun ini dan diharapkan bisa segera bergabung dengan Medan Chiefs di kompetisi LPI.

Sejak sukses Irfan Bachdim di Indonesia, tampaknya kalangan bola Indonesia semakin giat mencari bakat dari Belanda. Sebaliknya banyak pemain muda sepakbola keturunan Indonesia yang tergelitik menjajal Liga Indonesia. Mereka terkesan dengan sambutan massal publik bola Indonesia yang antusias. Di Belanda mereka tidak bisa membayangkan pertandingan kompetisi yang disaksikan 40 ribu penonton di stadion.

Satu Gagal
Bagi pemain lain, luapan dukungan saja tidak cukup, mereka ingin kepastian. Setelah Regilio Jacobs yang masih ragu, kini giliran Yoram Pesulima yang batal. Yoram salah satu pemain Indo-Holland yang November lalu ke Jawa Timur, batal bermain di Semarang United.

Intinya karena perbedaan cara berbisnis antara Indonesia dan Belanda. Budaya Belanda ingin segalanya pasti, diatur secara rinci, sedangkan di Indonesia lebih bersandar pada kesepakatan lisan.

Pemain belakang 19 tahun ini memilih tetap di klubnya DTS Ede divisi tiga Hoofdklasser. Ia merasa pihak Indonesia tidak bisa memberikan kepastian kontrak.

“Saya diminta ketika sedang di Indonesia ikut laga amal. Kontaknya lewat seorang perantara, tapi setelah kembali di Belanda tidak ada lagi kelanjutan yang konkrit. Kami ingin kontrak resmi hitam di atas putih, tapi yang ada hanya janji-janji tidak jelas.”

Ketika utusan dari Indonesia datang ke Belanda dua pekan lalu, Yoram sudah terlanjur mengambil keputusan main di Belanda saja.

“Pekan lalu orang perantara itu menyodorkan satu klub lagi, tapi sayang sekali saya sudah memilih yang sudah jelas di Belanda ini. Saya tidak ingin berpetualang di seberang lautan tanpa kejelasan.”

Kepastian
Penolakan Yoram jebolan akademi Vitesse Arnhem itu harusnya menjadi catatan bagi praktisi persepakbolaan di Indonesia yang ingin mendatangkan pemain dari Belanda. Pemain muda Belanda akan meminta kepastian fasilitas tempat tinggal, gaji, transportasi dan asuransi.

Ragu LPI
Hal penting lain yang juga menjadi pertimbangan adalah Liga LPI yang rencananya digulir 8 Januari.  “Saya masih tidak yakin apakah LPI akan diakui secara resmi atau tidak. Daripada tidak jelas, udah lah konsentrasi penuh saja di DTS.” Ungkap Yoram Pesulima.

 

sumber: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/lpi-jaring-pemain-keturunan-belanda

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 30, 2010 in indonesia, olahraga

 

Ferdinand: Semoga Berhasil, Indonesia!


Bek Manchester United itu kembali menunjukkan dukungan kepada timnas Indonesia dan fansnya.

Rio Ferdinand (Getty Images)

Jelang laga final leg kedua Piala AFF Suzuki 2010, Indonesia mendapat doa dan dukungan semangat dari Inggris. Bek Manchester United Rio Ferdinand yang memberikannya.

Dalam akun twitter-nya, @rioferdy5, Ferdinand menunjukkan dukungannya dan mendoakan timnas Indonesia meraih tropi juara.

“Kembali ke Twitter dan dari fans di Indonesia memberi tahu saya akan ada laga final malam ini,” buka Ferdinand.

“Semoga berhasil + menangi tropi itu!,” demikian dukungan Ferdinand.

Timnas Indonesia butuh kemenangan minimal 4-0, atau mengulang hasil di babak grup saat menghadapi Malaysia malam nanti, mengingat di leg pertama Firman Utina dkk kalah 3-0.

Sumber: http://www.goal.com

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 29, 2010 in indonesia

 

Seekor Ikan Langka Ditemukan di Aliran Lahar Dingin Merapi


Turunnya lahar dingin pasca-letusan Gunung Merapi ke sungai-sungai di Sleman, Yogyakarta, ternyata membawa berkah bagi warga sekitar aliran sungai.

Sekor ikan langka berukuran besar tertangkap salah seorang warga yang tengah menangkap ikan di Sungai Kuning.

Lahar dingin yang mengalir hingga sungai di dekat permukiman, membuat berbagai ikan yang hidup di dasar sungai keluar menepi. Peristiwa ini dimanfaatkan puluhan warga untuk menangkap dan memanen ikan secara gratis.

Basuki (38), warga Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman, bersama tiga temannya berhasil menangkap seekor ikan langka berukuran besar jenis sidat di bawah jembatan Dusun Sorogenen.

Basuki dan rekannya harus berjuang keras menangkap ikan yang konon berbahaya tersebut.

“Berdasarkan cerita warga, ikan sidat mampu mengeluarkan aliran listrik dan dapat menyengat jika terdesak,” tutur Basuki, Kamis (4/11/2010).

Ikan sidat ini hampir menyerupai belut dan mempunyai ukuran panjang satu meter dengan berat 7 kilogram lebih.

Penemuan ikan langka ini langsung menjadi pusat perhatian warga yang melintas di dekat lokasi, tepatnya di Jalan Yogya-Solo depan Bandara Adisucipto.

Meski demikian, Basuki tidak akan memperlakukan istimewa ikan ini. Dia bahkan akan memasak ikan itu untuk dimakan bersama rekan-rekannya.

 

Sumber: http://stik45.blogspot.com/2010/12/wooww-ditemukan-ikan-langka-di-aliran.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 28, 2010 in indonesia, unik & aneh